Ini Dia Wajah Markus Nari, Mantan Anggota DPR RI, Koruptor eKTP dengan Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 300juta

indonesiasatu, 17 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

WAJAHKORUPTOR - Mantan anggota DPR, Markus Nari, divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.
Majelis hakim juga mencabut hak politik eks politikus Golkar itu selama 5 tahun usai menjalani pidana pokok.

Markus Nari dinilai terbukti terlibat dalam korupsi proyek e-KTP dengan menerima keuntungan sebesar USD 400 ribu atau setara Rp 4 miliar.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Markus Nari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar Ketua Majelis Hakim, Frangki Tambuwun, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/11). Majelis hakim juga menghukum Markus agar membayar uang pengganti dari hasil korupsinya senilai USD 400 ribu. Uang itu wajib disetor ke negara paling lambat 1 bulan setelah putusan inkrah.

Namun apabila Markus tidak sanggup membayar, harta bendanya disita untuk dilelang. Jika hartanya tak memenuhi  uang pengganti, maka diganti dengan hukuman 2 tahun penjara.

Dalam kasus korupsi e-KTP, Markus dinilai ikut memengaruhi proses penganggaran dan pengadaan proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Perbuatan Markus itu dinilai menguntungkan dirinya, pihak lain, dan korporasi. 
Perbuatan Markus dianggap melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Markus dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, tidak mengakui perbuatannya, dan korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Markus menyusul 7 orang lainnya yang telah divonis dalam kasus korupsi proyek e-KTP. 

Delapan orang itu ialah Irman selaku Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku swasta, Anang Sugiana Sudihardjo selaku eks Direktur utama PT Quadra Solutions, Setya Novanto selaku mantan Ketua DPR, Irvanto Hendra Pambudi selaku mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, dan Made Oka Masagung selaku pihak swasta yang dekat dengan Setya Novanto. (***)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu